Sumber: Dr. Edi S. Affandi, SpM, staf Departemen Ilmu Penyakit Mata FKUI.
Komputer telah menjadi kebutuhan masyarakat. Namun, dibalik kecanggihannya terdapat ancaman bagi penglihatan. Apa ancamannya ?
COMPUTER VISION SYNDROME (CVS) adalah
gangguan penglihatan pada mata akibat penggunaan komputer. Seseorang
bisa mengalami CVS karena beberapa hal. Salah satunya karena kondisi
mata tidak begitu baik.
Pada keadaan normal, mata tidak
menimbulkan keluhan. Tetapi ketika menggunakan komputer baru muncul
keluhan. Ini merupakan dasar terjadinya CVS. Di samping itu, menggunakan
komputer tidak pada tempatnya, seperti jarak yang terlalu dekat juga
memicu CVS. Jarak ideal mata dengan monitor komputer sekitar 70 cm
dengan posisi 10-20 cm lebih rendah dari mata.
“Jadi kita melihat komputer itu dalam
posisi seperti sedang berjalan santai, melihat ke bawah. Tidak boleh
lurus apalagi lebih tinggi. Karena dengan lebih tinggi itu air mata
mudah menguap. Ini yang menimbulkan mata kering, dan posisi kelopak mata
tidak dalam keadaan istirahat atau tegang,” ujar Dr. Edi S. Affandi,
SpM, staf Departemen Ilmu Penyakit Mata FKUI.
Sindroma ini lebih mungkin dialami oleh
orang-orang yang berusia 40 tahun keatas. Sebab, meski sudah menggunakan
kacamata jauh atau kacamata baca tapi kedua kacamata tersebut biasanya
hanya untuk jarak kira-kira 30 cm, sedangkan jarak layar monitor
sebaiknya harus 70 cm. “Dengan demikian orang menggerakkan punggung dan
kepalanya untuk melihat dengan kacamata baca, sedapat mungkin jaraknya
30 cm padahal mestinya stabil dengan jarak 70 cm,” tuturnya.
Faktor yang juga mempermudah timbulnya
CVS adalah tradisi lama dimana masyarakat terbiasa membaca dalam posisi
horizontal (kertas atau buku) sekarang menjadi vertikal (layar monitor).
Karenanya jangan meletakkan komputer tegak lurus melainkan agak landai
atau datar. Selain itu tidak dianjurkan terlalu sering menggerakkan mata
dan kepala. Misalnya kalau memindahkan data, usahakan data tersebut
didekatkan dengan monitor sehingga untuk melihatnya tidak perlu
menggerakkan mata atau kepala cukup melihatnya dengan berkedip atau
melirik sedikit saja.
Penyebab lain CVS, apabila kondisi di
sekitarnya berantakan. Kertas-kertas yang berserakan dimeja depan
komputer juga bisa memberikan efek silau dari pantulan cahaya komputer.
Kondisi lain, adanya kelemahan umum atau astenik, misalnya orang
tersebut memiliki penyakit-penyakit khusus, badannya lemah, kekurangan
vitamin, kurang fit, bekerja dengan komputer dalam waktu yang lama.
Yang perlu diperhatikan adalah, orang
yang mengalami CVS emosinya sering tinggi, alias menjadi sensitif.
Kerugian lainnya produktivitas menurun. Keluhan-keluhan itu umumnya
menyerang pada malam hari di mana ketika pekerjaannya selesai. Karena
siang harinya bekerja dengan komputer dalam waktu yang lama.
Mengutip penelitian di luar negeri, Edi
mengungkapkan, gejala penglihatan muncul pada 75%-90% di antara pengguna
komputer. Hampir 60 juta orang menderita masalah mata atau penglihatan
karena pekerjaan yang menggunakan komputer. Dan satu juta kasus baru
dilaporkan setiap tahunnya.
Tidak hanya komputer yang bisa
menimbulkan CVS, melainkan televisi atau yang kini digandrungi anak-anak
adalah bermain playstation. “Semua yang mempergunakan monitor di mana
ada piksel mengeluarkan cahaya dapat menyebabkan CVS,” kata Edi.
“Karena itu CVS harus diperhatikan dengan
seksama, terutama orang tua agar mengawasi anaknya dalam menggunakan
komputer atau playstation. Ia harus tahu bagaimana menggunakan komputer
yang baik. Sebab tidak bisa dipungkiri saat ini komputer bukan hanya
kebutuhan kantor melainkan rumah,” ujarnya memberikan saran. Efeknya
jika tidak diperhatikan si anak mengalami pusing-pusing, sakit kepala,
sehingga belajarnya terganggu. Ujung-ujungnya berimbas pada prestasi
sekolah yang menurun.
Anak-anak boleh menggunakan komputer
tetapi dalam batas-batas yang normal. Jangan berlebihan. Sebab akan
mudah menimbulkan gejala CVS.
Sebagai langkah pengobatan mengatasi
gejala-gejala sindroma ini bisa dilakukan dengan dua cara yaitu : dengan
penggunaan air mata buatan atau larutan pembersih lensa kontak yang
dapat menjaga kelembaban mata.
Bisa juga dengan menggunakan kacamata
yang tepat. Kalau untuk yang sudah berumur 40 tahun gunakan kacamata
untuk jarak komputer, bukan untuk jarak baca. Seperti kacamata jenis
progresif, yang bisa untuk jarak jauh, jarak dekat menengah seperti
komputer, termasuk juga jarak baca. Atau bisa juga menggunakan kacamata
khusus untuk komputer.
Mata tegang atau mata lelah
- Penglihatan ganda atau penglihatan kabur
- Kepekaan terhadap cahaya atau mata silau
- Keluhan mata kering, mata rasanya seperti sepet, mudah merah.
- Keluhan sakit kepala. Biasanya di daerah frontal, yang disebut dengan istilah sakit kepala otot tegang.
- Sering mengeluh sakit leher dan sakit di daerah punggung.
MENCEGAH CVS
- Memeriksakan mata kalau memang ada kelainan-kelainan . Barangkali ada kelainan-kelainan tersembunyi yang hanya bisa diketahui oleh dokter mata..
- Perbaiki cara kerja, biasakan bekerja secara sehat dengan istirahat cukup
- Atur pencahayaan yang tepat pada bidang tegak lurus dengan komputer.
- Pada orangtua di atas 40 tahun yang biasa menggunakan kacamata baca, sebaiknya menggunakan kacamata untuk komputer.
- Gunakan tata cara penggunaan komputer yang baik.

0 comments:
Post a Comment